Separuh Perjalanan


"Mimpi-mimpi terkubur,
Keadaan kian mencekik,
Lantas bagaimana dapat tumbuh?"


Jalan mana yang mesti ditempuh?
Bila kaki di paksa tidak sesuai tujuan.

Semua terasa tidak adil, lamban dan mengecewakan.
Jalan mana yang mesti ditempuh agar cepat sampai?
Gagal berkali-kali, terbentur keadaan. "Semua jalan membutuhkan uang agar cepat sampai." Katanya.
Bagai tak ada ruang bernafas pikiran kian dibesarkan oleh ocehan orang lain. Rasanya dunia sangat tidak adil, kita yang menjalani hidup mengapa orang lain harus berkomentar?

Setiap sunyi datang diisi pikiran yang terus mencari jalan, seakan takdir tak bisa lagi di salahkan.
Emosi telah menghancurkan segalanya,
Ambisi menghilangkan harta paling berharga,
Lantas harus bagaimana lagi?
Jalan mana yang ditempuh agar damai?

Kian hari semakin memaksa untuk terus menutup telinga agar diri segera bangkit dari berbagai olokan, lelah bila terus-menerus berpura-pura kuat menelan semua ocehan orang lain.
Rasanya perlu egois agar cepat sampai tujuan, karena sabar pun sudah tak dihargai.

"Sabar, semua orang punya kesempatan yang sama dengan jalan dan waktu tempuh yang berbeda"

Sebagai kalimat penenang menunggu keajaiban waktu.

Komentar

Postingan Populer